maandag 19 mei 2008

Sebel...

Aku kan pernah cerita kalau tempat kerjaan suami tahun 2011 mau ada rencana phk gede-gedean, katanya mau ada otomatisasi.. 80 % harus keluar.. Tapi itu si I atasannya suamiku kok sudah ngoprak-ngoprak untuk segera nyari kerjaan baru, ia nyuruh buat surat lamaran, dan ia nawarin bantu-bantu. Akan dicoach. Ini kan masih 3 taun lagi. Sampe aku bilang sama suami kalau I masih terus menekan, coba apa yang diomongkan dimasukkan ke telinga kiri dan dikeluarkan ke telinga kanan. Henri cerita, kalau ia sudah ngotot bilang kalau ia mau tetap kerja sampe taun 2011, tapi I tetap aja nekan. Rasanya pengen mbalang I pake sandal jepit wae. Aku jadi emosi. Taun 2010 kami harus pindah rumah lagi. Ketambahan diphk lagi.. Wes wes.. Tapi aku tetap yakin semua pasti ada jalan keluarnya. Siapa tahu 3 taun lagi ada kerjaan yang pas buat suami.

Selasa kemarin karena sudah janji dengan orang-orang milis merajut, akhirnya aku datang juga.
Naik sepeda agak ngebut, sampe-sampe nyalip beberapa orang, akhirnya nyampe sana tepat waktu. Ternyata tempatnya kecil banget, sepertinya khusus disewa untuk kumpul bareng merajut, karena disana ada banyak kotak wol. Aku yang biasanya malu-malu kalau ketemu sama orang baru, kemarin untungnya gak. Disana ketemu sama yang namanya Frana, cerita kalau ia barusan dari Amrik, mengunjungi anak laki-lakinya. Ia habis ke NY ke toko wol, The Purl. Katanya ia bawa beberapa benang wol gratisan. Jadi ngiler juga liat benang yang cakep-cakep. Disana ada cewek China namanya Linda, tapi ia tinggal lama di Swedia. He.he.. pas ditanya aku sedang buat apa, dengan malu-malu kukeluarkan garapanku. Lha piye mereka kan sudah bertahun-tahun merajut. Aku masih piyek. Ini aku sedang buat vest. Frana bilang kok benangnya hitam, kenapa memangnya tanyaku. Benang hitam itu paling susah lho, kita susah ngecek kalau ada tusukan yang salah. Aku bilang iya aku pilih hitam, karena warna netral.
Jadilah kami merajut sambil ngobrol, bayanganku kan yang datang banyak, tapi ternyata hanya 3 orang termasuk aku.

Aku merajut dengan mata yang berat, lha biasanya sudah mimpi. Tapi mau pulang kok males, asyik merajut dengan mereka. Sempat sms dengan Henri bilang jam berapa aku mau pulang, akhirnya aku bilang sama mereka, kalau aku harus pulang, karena tidak biasa naik sepeda sendiri malam-malam, ternyata Linda nawarin pulang bareng, karena ternyata rumahnya searah dengan rumahku. Akhirnya kami naik sepeda bareng ke rumah. Ternyata rute kita naik sepeda itu menurut Henri bahaya, karena banyak lampu lalu lintasnya, dan lewat daerah yang banyak semak-semaknya

5 reacties:

Since-Yen zei

Ketemu ama orang-orang yang sehobi dan juga "nyambung" emang waktu terasa mengalir cepat banget.

Ira zei

seru ya dyah.... ayo kapan ke utrechtnya

Susie zei

tekuni Di , siapa tahu menjadi bisnis :)

Tiwi zei

yang hati2 aja kalo nyepeda malem...

Mutia&Rayga zei

Aku stuju ama mba susie.tekuni mba,sapa tau jd bisnis