Mau pamer vest hasil rajutan. Belum aku finishing touch, benangnya masih seliweran, lobang lengan dan kerah masih harus dicrochet atau dihaken. Masih males. Warnanya menurut kalian bagus apa gak? Sebenarnya bagusnya hitam ya, netral gitu bisa cocok sama warna apa aja.
Sabtu kemarin masih dalam rangka memanfaatkan tiket kereta murah dari Kruidvat, aku, Ekani dan mbak Sri pergi ke Maastricht. Kota paling selatan dekat perbatasan Belgia dan Jerman. Karena kami tinggal di kota yang berbeda. Maka diputuskan ketemu di Maastricht saja.
Aku berangkat dari Den Bosch jam 08.38. Di peron kulihat di papan tertulis gerbong belakang jurusan Heerlen, berarti kan ke Maastricht gerbong depan. Liat itu aku sengaja duduk di gerbong tepat dibelakang ruang masinis. Aku duduk sebelah seorang ibu-ibu tua, ia mau ke Maastricht juga. Di kereta rame banget, ada rombongan ibu-ibu suaranya berisik banget seperti tawon mendengung. Ketika sampe di Eindhoven, ada pengumuman aku gak begitu jelas umumkan apa. Banyak orang turun, ibu sebelah pindah ke tempat duduk. Aku tahu kalau mbak Sri dan Ekani saat itu sudah tiba di Eindhoven dan naik kereta yang aku tumpangi, tapi aku males nyamperi mereka. Di stasiun tsb kereta jurusan Heerlen dan Maastricht diputus. Yang satu ke Heerlen dan yang lain ke tujuan lainnya. Kemudian ada suara.. Anda duduk di gerbong menuju Heerlen. Dengar itu, aku sudah agak curiga, tapi tetap pede aja duduk.
Beberapa saat kemudian kereta sampe di sebuah stasiun, ketika kubaca nama Heerlen aku mulai senewen. Ibu yang duduk disebelahku kemudian pindah kursi nyamperin aku, ia bingung juga. Katanya ia sering naik kereta ke Maastricht baru kali ini ia mengalami hal ini. Pada saat itu aku dapat sms dari Ekani kalau ditunggu dekat mesin beli tiket otomatis. Aku bilang kalau duduk di gerbong yang salah. Ya wes ditunggu sama mereka sampe aku datang. Aku dan ibu tsb nyari-nyari info di stasiun yang kecil tsb, ternyata menuju ke sana adanya keretanya stop trein yang berhenti di setiap stasiun. Yasud kami hanya bisa nunggu saja. Sempat nelpon Henri aku nyuruh dia nyari jarak ke sana. Mulailah datang penyesalan, kenapa tidak turun di Eindhoven nyari teman-teman dsb.
Sampelah aku di stasiun dimana sudah ditunggu sama teman-teman. Nyampe disana aku nelpon lagi tanya posisi mereka dimana, tapi mereka kok gak muncul-muncul. Kemudian aku jalan menuju arah sebuah peron, sekelebat aku liat mereka. Heh aku ada disini lho teriakku , kok mereka malah lari-lari. Mereka bilang sebentar, mau diperiksa kartu identitasnya. Kuliat kok mereka mengikuti marechese (tulisan piye aku ora ngerti) pokoknya sebuah polisi. Daripada aku diperiksa juga mending aku menyingkir. Setelah beberapa saat pemeriksaan selesai juga. Ternyata ada pemeriksaan acak untuk orang-orang yang ada di stasiun, apalagi mereka duduk lama disana. Sialnya Ekani kemana-mana selalu bawa kopian kartu permanent resident, dan mereka ngira kopian palsu, untung ia bawa kartu bank juga, jadi selamatlah mereka. Baru kali ini aku liat ada pemeriksaan kartu ID di stasiun, mungkin karena letaknya di perbatasan dan kota itu
terkenal berkeliaran drugdealers dari Amsterdam, Rotterdam. Mereka jualan ke para turis.
Lalu kami berjalan ke arah pusat kota, kotanya bagus banget. Kotanya rame banget dengan orang-orang. Kuliat cafe-cafe penuh dengan orang-orang makan. Kami ikut city tour naik kereta kecil cuma bayar 5 euro utk 3/4 jam. Muter-muter liat gedung-gedung tua. Habis itu kami nyari bangku, cacing di perutku sudah teriak-teriak minta makan. Namanya saja orang Ind, bekal kami berisi nasi, indomie.
Setelah puas jalan pulanglah kami ke rumah masing-masing.

10 reacties:
Kalo pas salah gerbong gitu emang asik kalo ada yang senasib. kalo sendirian aja sih... oaaaaa... 'gak asik banget.
cakep, dy rajutannya..aku suka warnanya putih
repot juga ya kalo bawak copyan doank dikira palsu. bawak yg asli, takut hilang
ah picnya downtown amsterdam ya ? kangeeeeeeeeennnn
bagus loh Di hasil rajutannya ..warnanya juga ok ..
apik dyah sweater'e
udah bagus gitu rajutanmu, Dy...
ndang dibukak tokone yo!
Walah ... kok bisa salah naek gerbong sih, Mbak?! hehehe
Kota2 di Belanda emang cantik2 ya ... sayang euy, Belanda negaranya berat di ongkos.. jadi kapok dah maen kesana hahaha :))
Btw, sweaternya bagus banget, Mbak!
Warna krem gitu juga netral kok.. nggak harus hitam :)
wah akhirnya sukses juga dy..hasil rajutanmu bagus!! gezellige ya..jalan2nya:)
rajutannya bagus Di, warnanya cantik kok.
waks!! salah naek? hehehehehe, mudahan pengalaman pertama dan trakit ya Di,.. sama tuh aku juga pernah ngalamin salah naek, hehehehe
Bagus vest-mu Dy, warnanya juga.
Kalian sering ya jalan2 bertiga gitu. Gezellig kayaknya
Bawa bekal indomie segala Dy? hehe.. indomie memang makanan paling enak ya :)
Asik nya jalan2mulu mbak:-)
Een reactie plaatsen