Pegawai penjual buah dan sayur langganan kami di pasar, Nurma-Jean, minta aku untuk jadi model untuk latihan dirias di kursus tata riasnya. Mulanya ia tanya aku dengan hati-hati, katanya ia harus nyari wanita berkulit gelap untuk dirias.. Ia takut kalau aku tersinggung. Tentu saja tidak kataku.
Maka kamis minggu kemarin, kami janjian ketemuan di pusat kota. Lalu kami jalan kaki ke sekolahnya. Sampai disana, aku harus pake pake kaos kedodoran kemudian difoto oleh dosennya. Kemudian mulailah Nurma-Jean merias aku. Pertama alisku yang bentuknya tidak karuan dicabuti. Eh dosennya mengkritik, jangan dicabuti alisnya nanti pas difoto keliatan merah bekas dicabut.. yach kalau tidak dicabut tentu tidak keliatan bagus hasil riasannya.
Oya disana ketemu sama beberapa wanita berkulit gelap, ada yang mukanya Indonesia sekali. Ketika kusapa pake bahasa Indonesia, ia jawab, katanya ia hanya tahu sedikit bahasa Malaysia (orang sini suka menyebut bahasa Ind, bahasa Malaysia). Ia orang Maluku, berarti orang Indo juga kataku. Dijawab, sebenarnya iya.
2 jam kemudian aku selesai dirias, sebelumnya aku ganti baju kebaya. Kemudian aku difoto lagi, sambil dinilai hasil riasannya oleh dosennya.. Katanya pemakaian foundationnya sudah bagus, tapi vlek-vlekku masih kelihatan. Nurma-Jean dapat nilai 7. Lumayan bagus. Sebagai tanda terima kasih sudah mau jadi model aku diberi Nurma-Jean coklat.
