zondag 23 maart 2008

jumát kemarin

Hari Jum'at kemarin aku babysit anak colleganya Henri.. Aku naik sepeda ke rumahnya, pagi itu hujan gerimis dan diselingi hujan es. Esnya jatuh dimuka terasa sakit. Ketika sampe di perempatan dekat terowongan aku ketemuan sama 2 orang yang juga naik sepeda. Karena aku tahu disana ada haaitanden (garis berbentuk gigi hiu) yang artinya aku dapat pengutamaan jalan duluan dan aku datang dari arah kanan, aku jalan terus aja.. Kudengar salah satu biker bilang "pardon". Aku jalan terus malah aku sengaja agak ngebut. Tapi kemudian aku nyesal, dengan aku tetap jalan sambil agak ngebut, berarti ada kesan aku takut sama mereka. Ketika aku cerita sama Henri, ia bilang, kalau ia jadi aku, ia akan berhenti dan bilang kalau mereka harus berhenti dan mengutamakan biker yang datang dari sebelah kanan. Ia sendiri pernah ngalami peristiwa yang sama seperti aku, dan ia ketika itu berhenti dan bilang kalau ia dapat pengutamaan. Eh bikernya malah marah, dan ngatain Henri oudje.

Kembali ke babysit, anak yang harus kubabysit sudah besar, 6 dan 9 tahun. Perjanjiannya aku babysit hari tertentu selama hari libur sekolah, dan karena ibunya single parent, dan tidak bisa bayar aku, sebagai gantinya aku akan diajari merajut. Aku kan pengen belajar buat sweater yang cantik. Sebelumnya aku dapat pesan dari Henri, kalau aku jangan cerita hal-hal yang pribadi, pokoknya jaga jarak.. Orangnya dinilai aneh, aku gak tahu anehnya gimana. Ia dijauhi teman-temannya. Henri kenal dia sudah lama, mantan suaminya dulu teman main sepedaannya Henri.

Untung anaknya tidak nakal, mereka bisa main dan ambil makan sendiri. Karena adiknya tidak mau main kartu, ia ngajak aku main kartu, tapi sebelumnya aku diajari dulu cara mainnya. Ibunya kutunggu-tunggu belum pulang juga, sedangkan perutku sudah minta diisi, apel yang kubawa sudah habis. Anaknya makan sendiri, eh akhirnya tanpa kuduga aku dapat jatah sepotong peperkoek juga. Lumayan sebagai ganjel perut. Besok lain kali aku mesti bawa bekal yang cukup supaya tidak kelaparan. Tak lama ibunya pulang, aduh senangnya..Akhirnya.. Setelah bilang kalau semuanya baik-baik, aku langsung pamitan.

dinsdag 4 maart 2008

Genap 6 tahun




Mau cerita ttg ultah perkawinan kami yang ke 6, tanggal 3 maret kemarin. Henri sengaja ngambil libur sehari. Enaknya kalau ia libur, aku gak perlu pagi-pagi turun ke dapur buat roti bekal untuk dibawa ke kantor. Tapi karena aku sudah terbiasa tidak molor, tetap turun, seperti yang sudah kuduga ada kartu ucapan dari Henri. Sudah jadi kebiasaan kami, untuk saling tukaran kartu ucapan. Aku lupa beli kartu, siangnya setelah selesai nguli aku pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat sekalian beli kartu. Di kantor pos kutulisi dulu..

Baru saja aku buka pintu, aku sudah dengar pintu batas tangga dan ruang tamu dibuka.. Henri sudah menunggu aku, saling mengucapkan selamat. Kartunya kuberikan kepadanya. Tapi aku nggak bilang kalau baru saja kubeli. Ngakunya kartunya sudah ngendon di tas, dan aku lupa mengeluarkannya. Kayaknya ia percaya aja he.he..

Sorenya Henri punya janji dengan dokter gigi, tambalan giginya lepas. Ketika ia sampai dirumah, ia bilang kalau dapat suntikan bius empat kali. Dari mukanya ia keliatan kesakitan. Padahal malam harinya kami berencana makan di luar. Ia menyesali kenapa buat janji pada hari itu. Akhirnya diputuskan beli makanan saja di restoran cina, kemudian dimakan di rumah. Tapi ya itu, Henri makannya hati-hati sekali.. Tapi ia habis banyak juga.. Gezellig juga sih.