woensdag 30 april 2008

Milis merajut

Ketika aku lihat-lihat barang-barang yang berhubungan dengan merajut di web shop marktplaats, aku nemu milis stich n bitch den bosch yang isinya ngajak siapa saja untuk ngumpul bareng merajut dan diselingi ngobrol. Tanpa berpikir panjang aku ngasih reaksi. Setelah itu aku mikir apa aku punya nyali untuk mendatangi perkumpulan tsb. Tapi kalau melihat foto-foto hasil rajutan anggotanya, aku ngiler juga pengen juga bisa merajut kaos kaki yang keren atau sweater yang cantik. Bilang sama Henri, ia tidak mengijinkan karena tempat lumayan jauh dan biasanya diadakan malam hari mulai jam 19.30. Tapi setelah ia aku tunjukkan milis mereka dan hasil rajutannya, ia ngasih ijin juga. Setelah email perkenalanku dibalas oleh beberapa anggota, ternyata sambutannya lumayan baik. Tapi itu belum cukup, aku tanya sama teman sesama knitter tanya pendapatnya, ia bilang gak ada salahnya aku nyoba datang, baru kalau orang-orangnya nyengit, aku berhenti saja. Ia sendiri jadi anggota milis merajut juga di kota tempat tinggalnya tapi karena kesibukannya sebagai ibu ia belum pernah sekalipun datang.

Karena aku belum pernah beli lewat web shop, aku iseng-iseng menawar alat bantu merajut, isinya beberapa cable needles dan beberapa lingkaran untuk menggulung sisa wol. Eh tidak tahunya si penjual setuju dengan harga yang kutawar. Kalau dihitung-hitung murah sekali jatuhnya. Kalau di toko merajut mungkin harganya mahal.

Tadi pagi aku ke rommel markt, pasar barang bekas yang diadakan dalam rangka ulang tahun ratu. Sengaja aku datang pagi, supaya bisa leluasa jalan sambil melihat barang-barang yang dijual. Akhirnya aku dapat novel diary seorang geisha, dan sebuah komik Tintin (walau stw aku fans berat Tintin). Aku ketemu sama keluarga yang anak-anaknya aku babysit. Mereka jualan mainan dan baju anak-anak bekas. Aku terus saja jalan liat-liat tumpukan barang bekas yang dijual. Siapa tahu nemu barang untuk merajut. Dan tiba-tiba aku bersorak dalam hati, diantara barangan dagangan seorang gadis, aku liat tergeletak beberapa jarum merajut. Aku tanya beberapa harganya, ia menyebut angka beberapa cents. Akhirnya tanpa menawar lagi, aku beli beberapa jarum dengan harga yang sangat murah. Kata ibu anak yang kubabysit, jarum-jarum merajut yang kubeli itu murah banget, di toko barang bekas saja masih mahal jatuhnya.
Aku kembali ke penjual jarum merajut, karena kuingat masih ada beberapa jarum disana, akhirnya aku beli sepasang jarum lagi. Aduh senangnya bisa nemu jarum merajut murah.

donderdag 17 april 2008

Kerja

Kemarin Henri cerita kalau di tempat kerjanya (ia pegawai negeri sebuah kantor pemerintah) di taun 2012 akan ada pemecatan besar-besar, tepatnya 80 % pegawai akan di phk. Aku langsung tiba-tiba jadi stress. Terus aku tanya, apa ia takut, dijawab, tidak. Lha kolegamu takut atau tidak aku berondong ia dengan pertanyaan, ada yang takut dan ada yang tidak. Ketika aku bilang kalau aku takut, ia malah bilang gini, kalau kamu takut itu masalahmu sendiri. Memang sih ia punya vaste contract, jadi pegawai tetap sejak 10 taun yang lalu. Kayaknya ia ancang-ancang mulai nyari kerjaan lain nantinya buat siap-siap, karena siapa tahu kan. Mikir positif aja, itu kan rencana taun sekian, mungkin rencananya berubah.

Memang sih sering kudengar kalau sedang ada penghematan di segala bidang pekerjaan. Seperti di kantor telepon KPN katanya barusan ada phk.

Tapi disamping ada phk, ada juga berita kalau gaji guru akan dinaikkan, karena di sini sedang kekurangan tenaga guru. Orang lebih suka kerja di perusahaan daripada jual abab di depan kelas. Aku dulunya mantan guru, kalau situasi dan kondisinya siswa sama dengan di Ind, aku mau aja ngajar. Tapi aku emoh jadi guru disini, bisa-bisa aku jadi botak, stress karena kenakalan anak-anaknya. Lagian bahasa belandaku masih amburadul. Jadi ingat cerita teman, kalau suatu ketika temannya menyoba ngajar, bukannya didengarkan malah ditertawakan gara-gara accentnya yang aneh ala rusia.

So, aku disini kerja apa aja yang penting halal. Tapi ya itu, sejak tempat kerjaku dipegang langsung oleh kotamadya, yang dulunya aku dapat gaji kontan, sejak 2 taun yang lalu gajiku ditransfer ke rekening bankku. Dulu tidak perlu bayar pajak, sekarang akhir taun mesti ngitung berapa euro yang masuk ke kantong pemerintah. Lha wong gaji sak uprik masih dikurangi. Sebenarnya Henri sudah sering nyuruh aku supaya nyari kerjaan lain, tapi aku kok makin betah aja kerja disitu. Entah mengapa aku punya hubungan sendiri dengan orang-orangnya. Mereka sudah aku anggap ibuku sendiri, aku bisa curhat apa saja dengan mereka. Dan ada yang suka ngasih barang ke aku. Terakhir aku dapat beberapa jarum knitting. Orangnya baik sekali sama aku. Jadi takut kalau aku utang budi sama dia.