Mau pamer nih kaos kaki hasil rajutanku. Pake jarum bambu berjumlah 5 yang beli ketika jalan-jalan di Utrecht sama Ira kemarin dulu. Yang dulunya kayaknya sulit dan aku gak bisa, ternyata aku bisa juga lho.
dinsdag 29 juli 2008
Snatski
Kalau sedang musim liburan ini banyak orang nitip hewan kesayangannya ke orang. Teman fitnesnya henri sedang liburan ke Yunani, anjingnya pudel, Snatsky dititipin di rumah. Orang itu sudah baik sama kita, yak kita gantian baik ke mereka. Pudelnya sudah nyalon sebelum dititipkan, bulunya yang putih ker
iting digunting pendek. Sama dipeseni kalau kita bawa ia jalan-jalan utk berak dll kita harus mbopongnya naik turun trap. Takutnya kalau ia jatuh dan nanti ada tulang yang retak, anjing wes sepuh. Tanganku tambah kuat jadinya, naik turun trap tiap hari nyangkeng Snatski. Tapi ya itu ia hobi kencing didalam juga. Padahal beberapa jam baru aja dibawa ke luar. Wes..wes.. untung di rumah gak ada anak kecil. Makanya kalau sudah malam tidak dikasih air lagi.
Hari minggu kita jalan-jalan muterin Ijzeren Vrouw, park dekat rumah.
Panas pol hari itu. He.he.. pudelnya tidak kuat jalan jauh, ngos-ngosan sambil jalan pelan-pelan nyari tempat yang teduh.. Lha gimana ia gak pernah jalan jauh, di rumahnya sana kalau mau buang hajad bisa di halaman belakang, atau jalan di depan rumahnya.
Eh masak ia doyan anggur lho. Aku coba aku kasih beberapa butir, eh langsung dicaplok dimakan sampe habis.
Hari minggu kita jalan-jalan muterin Ijzeren Vrouw, park dekat rumah.
Panas pol hari itu. He.he.. pudelnya tidak kuat jalan jauh, ngos-ngosan sambil jalan pelan-pelan nyari tempat yang teduh.. Lha gimana ia gak pernah jalan jauh, di rumahnya sana kalau mau buang hajad bisa di halaman belakang, atau jalan di depan rumahnya.
Eh masak ia doyan anggur lho. Aku coba aku kasih beberapa butir, eh langsung dicaplok dimakan sampe habis.
dinsdag 15 juli 2008
kabar
Sudah lama tidak apdet blog, seminggu yang lalu komputernya rusak, dibawa ke tempatnya Ekani untuk diperbaiki oleh Marcel suaminya Ekani, hari Kamis minggu lalu kami ngambilnya setelah makan malam kami cabut ke Rotterdam. Pulangnya malam banget, untuk hari Jumatnya Henri sengaja ambil libur sehari. Mungkin karena komputernya sering banget dipake, ya untuk browsing, untuk merekam lagu.. seperti manusia saja karena kecapekan jadi rusak.
Tapi sebelum direparasi aku masih sempat buat janji dengan Tiwi lewat email, untuk jalan-jalan plus ngobrol.. Tujuan sebenarnya sih ngambil verblijf vergunningnya Tiwi, sialnya hari itu hujan terus. Tapi acara jalan-jalannya tetap berlangsung. Masih banyak sale di toko. Aku beli baju dan Tiwi beli vest. Trims ya Wi sudah ngajak aku jalan-jalan.
Minggu kemarin aku diundang pesta ulang tahun teman namanya Ari di Hoeven dekat Breda sana. Temanku itu orang Bali. Aku dijemput sama teman yang tinggalnya di Den Bosch juga. Ari punya halaman belakang yang luas sekali maklum ia tinggal di desa. Di dekat rumahnya ada ladang asparagus. Kalau tinggal di kota apa ada yang punya halaman luas seperti itu.
Ari pintar masak. Katanya ia sih dulu pernah ngasih kursus masak. Ia masak macem-macem ada sate ayam, sate udang, tongseng, ayam panggang, urap. Semua enak, tentu saja enak kan gratis he.he.. Sayang aku tidak bawa camera. Ketika acara makan dimulai tetangga sebelah juga diajak untuk makan malam bareng. Disana ketemu juga sama temannya Ari yang orang Yugoslavia.. Kami ngobrol dari perang saudara di negerinya sampe tentang pekerjaannya. Tentang perang saudara ia gak mau ngomong banyak, katanya itu masa lalu. Setelah ngobrol dengannya aku mulai berpikir untuk nyari kerjaan lain. Paling gak tahun depanlah aku harus nyari kerjaan lain. Yach pekerjaan part time 20 jam seminggu juga gak apa-apa, yang penting pekerjaan yang gajinya inclusif pajak. Soalnya pekerjaan yang aku kerjakan sekarang pajaknya harus ngitung sendiri. Tahun depan paling gak kami harus nyari rumah lain, tentu butuh biaya banyak dan 3 tahun lagi Henri mesti nyari kerjaan lain kalau ada automatisasi di kantornya.
Kembali ke pesta ultah tadi, perutku membuncit karena kekenyangan. Setelah puas ngobrol, kami pulang hari sudah gelap. Kalau gak salah sudah jam 11 malam.
Tapi sebelum direparasi aku masih sempat buat janji dengan Tiwi lewat email, untuk jalan-jalan plus ngobrol.. Tujuan sebenarnya sih ngambil verblijf vergunningnya Tiwi, sialnya hari itu hujan terus. Tapi acara jalan-jalannya tetap berlangsung. Masih banyak sale di toko. Aku beli baju dan Tiwi beli vest. Trims ya Wi sudah ngajak aku jalan-jalan.
Minggu kemarin aku diundang pesta ulang tahun teman namanya Ari di Hoeven dekat Breda sana. Temanku itu orang Bali. Aku dijemput sama teman yang tinggalnya di Den Bosch juga. Ari punya halaman belakang yang luas sekali maklum ia tinggal di desa. Di dekat rumahnya ada ladang asparagus. Kalau tinggal di kota apa ada yang punya halaman luas seperti itu.
Ari pintar masak. Katanya ia sih dulu pernah ngasih kursus masak. Ia masak macem-macem ada sate ayam, sate udang, tongseng, ayam panggang, urap. Semua enak, tentu saja enak kan gratis he.he.. Sayang aku tidak bawa camera. Ketika acara makan dimulai tetangga sebelah juga diajak untuk makan malam bareng. Disana ketemu juga sama temannya Ari yang orang Yugoslavia.. Kami ngobrol dari perang saudara di negerinya sampe tentang pekerjaannya. Tentang perang saudara ia gak mau ngomong banyak, katanya itu masa lalu. Setelah ngobrol dengannya aku mulai berpikir untuk nyari kerjaan lain. Paling gak tahun depanlah aku harus nyari kerjaan lain. Yach pekerjaan part time 20 jam seminggu juga gak apa-apa, yang penting pekerjaan yang gajinya inclusif pajak. Soalnya pekerjaan yang aku kerjakan sekarang pajaknya harus ngitung sendiri. Tahun depan paling gak kami harus nyari rumah lain, tentu butuh biaya banyak dan 3 tahun lagi Henri mesti nyari kerjaan lain kalau ada automatisasi di kantornya.
Kembali ke pesta ultah tadi, perutku membuncit karena kekenyangan. Setelah puas ngobrol, kami pulang hari sudah gelap. Kalau gak salah sudah jam 11 malam.
Abonneren op:
Berichten (Atom)
