woensdag 17 september 2008

Award Ramadan

Dapat award Ramadhan dari Ema, sori baru dikerjain nih, sakit malesnya kambuh sih. Trims ya Ema. Semoga puasanya lancar-lancar saja.

[ramadhan.jpg]

Didukung oleh: antownholic.blogspot.com, dee-adp.blogspot.com, pencakarlangit.blogspot.com, questionquince.blogspot.com, dan keluargaerkens.blogspot.com.

1. Copy gambar di atas lalu posting di blogmu
2. Lanjutkan tag ini minimal ke 5 blogger muslim yang kamu kenal. Jangan lupa tinggalkan komentar pada blog mereka ya.
3. Tulis alamat blogmu (di bawah gambar) setelah alamat blog pemberi tags.

Tag ini selanjutkannya ditujukan ke:

1. Dian Mercury
2. Danida yang sudah lama tidak ngeblog
3. Anna
4. Ninis semoga puasanya tetap lancar
5. Ekani

Marih silahkan diteruskan tagnya

zaterdag 13 september 2008

Horeee..

Selasa kemarin aku ada janji dengan biro inburgeringcursus.. Itu lho biro yang ngurusin apa orang imigrant yang sudah cukup lama ngendon disini masih wajib kursus basa Belanda atau gak. Sebenarnya aku diundang tanggal 22 sept, tapi hari itu gak bisa, setelah ngebel, aku disuruh datang Selasanya. Di surat sih tertulis mungkin ada orang yang dapat vrijstelling, gak perlu kursus lagi karena sudah ngantongi diploma dan sertifikatnya.

Semua diploma dan sertifikat harus asli. Untung ketika kukumpulkan masih ada semua. Sempat heboh pas aku cuma nemu copian diploma NT2ku.. Terus dimana aslinya ... Setelah ngubek-ngubek almari ketemu juga, di plastik kok ada segepok surat-surat. Setelah tak ubek-ubek diploma yang asli ada disana. Ternyata dulu habis dipake lupa ditaruh di map lagi. Inilah kalo administrasinya berantakan.

Nyampe disana setelah naik mersikil, jalan kaki, aku diterima sama pegawai wanitanya. Disuruh duduk, ditanyain kartu identitasku, kartu permanen residence aku serahkan. Terus aku keluarkan diploma NT2 dan sertifikat inbergeringku dan surat keterangan dari dosenku dulu yang isinya nilai-nilai pas ujian sekolah bahasa belanda 5 taun yang lalu.

Ibu itu bilang karena aku punya diploma NT2 mungkin aku dapat vrijstelling. Tapi ia masih harus mriksa sana-sini. Buka komputer, buka buku pinternya dan tanya sama koleganya sampe beberapa kali. Untung aku bawa semua dokumen asli, jadi argumenku kuat.. Akhirnya setengah jam kemudian ia bilang setelah diteliti dengan meliat nilai ujian inburgering 5 taun yang lalu dan juga dengan NT2 anda kami nyatakan gak perlu lagi ikut kursus inburgering lagi, sambil nyerahkan surat keterangannya.. Waduh aku seneng banget.. Di surat itu kubaca aku boleh ngajukan naturalisasi. Tapi ah masih emoh bernaturalisasi masih seneng pegang pasport ijo.

Saking senengnya aku jalan-jalan ke toko, kebetulan saat itu sedang panas. Hanya masuk ke satu toko, nyampe dirumah, aduh capeknya rasanya pengen minum aja, yo wes bisanya leyeh-leyeh di sofa ngaso nunggu jam buka puasa.

dinsdag 2 september 2008

Jalan-jalan lagi







2 minggu sebelum masuk bulan suci Ramadhan, aku pergi melulu. Yach mumpung aku di rumah aja nganggur, ada yang ngajak pergi aku iyakan aja..








Tanggal 20 agustus pergi ke Capelle a/d Ijsel dekat Rotterdam sana. Ada teman dunia maya dan kebetulan suka knitting juga, aku belum pernah ketemu dan beliau ini september pertengahan mau pindah ke Dubai. Seperti biasa aku naik kereta, beli tiket pulang pergi dapat korting 40 %, karena aku punya korting card. Kalau tidak pake korting card, bayarnya mahal rek sekitar 30 euro. Lumayan kan kalau dikorting 40 %, tapi syaratnya naik keretanya setelah jam 9 pagi. Nah trauma salah naik gerbong kereta, aku jadi menjadi tidak pede. Tanya sama penumpang di sebelah apa keretanya berhenti di station Rotterdam Alexander. Baru lega ini hati, ketika kereta berhenti di station tsb.








Sudah ditunggu sama Ekani dan mbak Sri. Lalu kita ke rumah Yanti naik bis. Sampai disana disambut sama tuan rumah dan para krucilnya. Aku bawa martabak ikan tuna, Ekani bawa agar-agar, dan mbak Sri bawa opor ayam. Tuan rumah eh salah nyonya rumah sudah buat lontong dan sayur lodeh. Ngobrol dan cekikikan sambil bareng-bareng nata meja makan. Kita makan bareng-bareng. Asyik makan bareng teman-teman..



Jam 4 sore kita cabut, karena krucilnya Yanti pada mau bobok siang.. Aku ngajak mbak Sri mampir ke ..... lagi-lagi ke toko benang knitting hi hi..Di Rotterdam Blaak katanya ada toko benang yang besar. Yo wes daripada ngiler terus dan nyesel kesana aja, sudah jauh-jauh sampai sana mampir sekalian. Sampe sana aku hanya beli segelondong sockyarn. karena aku minder duluan, harganya selangit.. Tapi untungnya didalam toko ada meja dan kursi, jadi mbak Sri bisa duduk selagi aku bingung milih-milih.











Esok harinya lagi-lagi ketemuan sama Ekani dan mbak Sri.. hi.hi.. gak ada bosan-bosannya main sama mereka dan ngintil kemanapun mereka pergi. Kali ini ke ibukota, ada temannya mbak Sri yang tinggal di Kuwait liburan di Belanda.


Kita nyamperin mereka di hotel Victoria, persis di depan central station. Eh wong aku gak kenal mereka ternyata aku dapat oleh-oleh juga dari Kuwait.. Jadi kami bertiga kompak bawa tas berisi oleh-oleh yang warnanya sama.








Mereka cerita kalau baru aja dari Paris. Ternyata Fitri wong Semarang juga. Mereka bawa 2 anak, Adit 5 tahun dan Adek baru 8 bulan..








Kemudian kami ikut city tour keliling Amsterdam naik bis wisata.. karena bawa anak kecil, kasian nanti kalau jalan kaki.. Eh kita dibayari sama Fitri. Mau diganti gak mau. Bisnya muter-muter di kota, kita sebis dengan rombongan turis dari Spanyol. Bis berhenti di pabrik diamond Gassant. Masuk kesana liat pegawai buat berlian, eh terus kita disuruh masuk ke sebuah ruangan. Disana sudah ada pegawai cewek, promosi berliannya.. Tapi kita gak tertarik blas.. Lha wong harganya itu berlian kecil 107.000 Euro.. Duitnya siapa??? Kalau aku mending punya sedikit duit beli benang wol aja. Lagian berlian kan gak bisa dimakan.








Kita keluar aja menuju ruang minum kopi. Trus poto-poto. Akhirnya city tour selesai. Sampai di centrum Amsterdam, kita ke restoran china.. Kita ditraktir lagi sama Fitri... jadi gak enak, kita ketemuan gak bawa apa-apa, malah kita dapat oleh-oleh dan ditraktir. Abis makan kita pulang yang arahnya lain-lain, aku ke arah den bosch, Ekani dan mbak Sri ke arah Rotterdam.