2 minggu sebelum masuk bulan suci Ramadhan, aku pergi melulu. Yach mumpung aku di rumah aja nganggur, ada yang ngajak pergi aku iyakan aja..
Tanggal 20 agustus pergi ke Capelle a/d Ijsel dekat Rotterdam sana. Ada teman dunia maya dan kebetulan suka knitting juga, aku belum pernah ketemu dan beliau ini september pertengahan mau pindah ke Dubai. Seperti biasa aku naik kereta, beli tiket pulang pergi dapat korting 40 %, karena aku punya korting card. Kalau tidak pake korting card, bayarnya mahal rek sekitar 30 euro. Lumayan kan kalau dikorting 40 %, tapi syaratnya naik keretanya setelah jam 9 pagi. Nah trauma salah naik gerbong kereta, aku jadi menjadi tidak pede. Tanya sama penumpang di sebelah apa keretanya berhenti di station Rotterdam Alexander. Baru lega ini hati, ketika kereta berhenti di station tsb.
Sudah ditunggu sama Ekani dan mbak Sri. Lalu kita ke rumah Yanti naik bis. Sampai disana disambut sama tuan rumah dan para krucilnya. Aku bawa martabak ikan tuna, Ekani bawa agar-agar, dan mbak Sri bawa opor ayam. Tuan rumah eh salah nyonya rumah sudah buat lontong dan sayur lodeh. Ngobrol dan cekikikan sambil bareng-bareng nata meja makan. Kita makan bareng-bareng. Asyik makan bareng teman-teman..
Jam 4 sore kita cabut, karena krucilnya Yanti pada mau bobok siang.. Aku ngajak mbak Sri mampir ke ..... lagi-lagi ke toko benang knitting hi hi..Di Rotterdam Blaak katanya ada toko benang yang besar. Yo wes daripada ngiler terus dan nyesel kesana aja, sudah jauh-jauh sampai sana mampir sekalian. Sampe sana aku hanya beli segelondong sockyarn. karena aku minder duluan, harganya selangit.. Tapi untungnya didalam toko ada meja dan kursi, jadi mbak Sri bisa duduk selagi aku bingung milih-milih.
Esok harinya lagi-lagi ketemuan sama Ekani dan mbak Sri.. hi.hi.. gak ada bosan-bosannya main sama mereka dan ngintil kemanapun mereka pergi. Kali ini ke ibukota, ada temannya mbak Sri yang tinggal di Kuwait liburan di Belanda.
Kita nyamperin mereka di hotel Victoria, persis di depan central station. Eh wong aku gak kenal mereka ternyata aku dapat oleh-oleh juga dari Kuwait.. Jadi kami bertiga kompak bawa tas berisi oleh-oleh yang warnanya sama.

Mereka cerita kalau baru aja dari Paris. Ternyata Fitri wong Semarang juga. Mereka bawa 2 anak, Adit 5 tahun dan Adek baru 8 bulan..
Kemudian kami ikut city tour keliling Amsterdam naik bis wisata.. karena bawa anak kecil, kasian nanti kalau jalan kaki.. Eh kita dibayari sama Fitri. Mau diganti gak mau. Bisnya muter-muter di kota, kita sebis dengan rombongan turis dari Spanyol. Bis berhenti di pabrik diamond Gassant. Masuk kesana liat pegawai buat berlian, eh terus kita disuruh masuk ke sebuah ruangan. Disana sudah ada pegawai cewek, promosi berliannya.. Tapi kita gak tertarik blas.. Lha wong harganya itu berlian kecil 107.000 Euro.. Duitnya siapa??? Kalau aku mending punya sedikit duit beli benang wol aja. Lagian berlian kan gak bisa dimakan.

Kita keluar aja menuju ruang minum kopi. Trus poto-poto. Akhirnya city tour selesai. Sampai di centrum Amsterdam, kita ke restoran china.. Kita ditraktir lagi sama Fitri... jadi gak enak, kita ketemuan gak bawa apa-apa, malah kita dapat oleh-oleh dan ditraktir. Abis makan kita pulang yang arahnya lain-lain, aku ke arah den bosch, Ekani dan mbak Sri ke arah Rotterdam.